BERITAFOTO.id – Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir mengasah kesiapan tempur dan kemampuan penanganan korban melalui latihan evakuasi medis dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 bersama Australian Defence Force (ADF) di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).
Latihan tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan prajurit dalam memberikan pertolongan pertama kepada personel yang mengalami luka tembak serta mengevakuasi korban menggunakan helikopter menuju tempat penanganan medis.
Dalam skenario latihan, prajurit Yonif 1 Marinir mempraktikkan penanganan awal korban luka tembak hingga proses evakuasi udara. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan personel dan keberhasilan pelaksanaan tugas di daerah operasi.
Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro menegaskan, kemampuan evakuasi medis merupakan keterampilan wajib yang harus dikuasai prajurit, terutama pasukan infanteri yang berhadapan langsung dengan berbagai risiko di medan tugas.
“Latihan evakuasi medis sangatlah penting, khususnya bagi pasukan Infanteri Korps Marinir untuk menunjang tugas yang diberikan oleh satuan atas,” tegasnya.
Komandan Brigif 2 Marinir menambahkan, latihan tersebut tidak hanya mengasah naluri tempur, tetapi juga memperkuat kemampuan individu dalam penanganan medis, evakuasi korban, serta memandu helikopter agar proses penyelamatan dapat berjalan cepat dan tepat.
Melalui Latgabma Keris Woomera 2026, prajurit Korps Marinir terus memantapkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kemampuan operasional guna menghadapi dinamika medan tugas, sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan Australian Defence Force.
Editor : Ainul Yakin