BERITAFOTO.ID - Dari kiri, GM Pakuwon City Tomy Gunawan, GM Marketing Pakuwon Group Liliani Harsono, Direktur Pakuwon Group Minarto, VP of Consumer Loan BCA Meliani Tjondro dan Officer Branch Consumer Credit Business Surabaya Yossie Septiani pada Ground Breaking ceremony ruko Beverly Terrace, di kawasan Kejawan Putih Mutiara, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Pakuwon Group meluncurkan 20 unit shophouse Beverly Terrace di Pakuwon City, Surabaya Timur, dengan harga mulai Rp4,9 miliar per unit. Proyek komersial tahap ketiga ini menyasar pelaku usaha dan investor properti, di tengah permintaan ruang usaha yang terus berkembang di kawasan hunian terpadu.
Baca juga: Pakuwon Tebar Promo Besar di Pesta KPR 2026
Peluncuran Beverly Terrace menyusul keberhasilan dua proyek komersial sebelumnya, Beverly Shopping Arcade dan Beverly Square, yang seluruh unitnya telah terjual.
Beverly Shopping Arcade dengan 51 unit habis terjual pada 2024. Sementara itu, Beverly Square yang terdiri atas 41 unit menyusul terjual habis pada awal 2026.
General Manager Marketing Pakuwon Group Liliani Harsono mengatakan, Beverly Terrace dikembangkan untuk menjawab kebutuhan ruang usaha di Pakuwon City. Berbeda dengan dua proyek sebelumnya, tahap terbaru ini memiliki jumlah unit lebih terbatas.
“Permintaan terhadap kawasan komersial masih tinggi. Karena itu, kami menghadirkan tahap ketiga, Beverly Terrace, dengan jumlah terbatas, hanya 20 unit,” kata Liliani, Jumat (23/10/2026).
Beverly Terrace dirancang sebagai bangunan komersial dua lantai yang memungkinkan pemilik menjalankan beragam aktivitas bisnis. Setiap lantai memiliki akses tersendiri sehingga dapat dimanfaatkan untuk dua jenis usaha berbeda dalam satu unit.
Fasilitas balkon terbuka di lantai dua juga memberikan ruang tambahan untuk aktivitas luar ruangan. Desain tersebut menyasar berbagai segmen usaha, mulai dari kuliner, layanan kesehatan, kecantikan, pendidikan nonformal, hingga kebugaran.
Ekosistem bisnis di kawasan komersial Beverly telah mencakup kafe, restoran, praktik dokter gigi, klinik kecantikan, salon, studio balet, yoga, dan pilates.
Potensi pasar kawasan ini ditopang sekitar 8.000 keluarga yang menghuni Pakuwon City, baik di rumah tapak maupun apartemen. Sejumlah apartemen yang telah terjual dan beroperasi di kawasan itu antara lain Amor, East Coast, Educity, dan Bella.
Selain basis penghuni, keberadaan lima institusi pendidikan di dalam kawasan turut membuka peluang bagi usaha yang menyasar pelajar, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Kombinasi hunian dan fasilitas pendidikan dinilai dapat mendukung kebutuhan terhadap layanan sehari-hari, termasuk makanan dan minuman, layanan kesehatan, serta aktivitas pendidikan nonformal dan kebugaran.
Beverly Terrace juga dipasarkan sebagai instrumen investasi properti komersial. Pemilik dapat menggunakan unit untuk menjalankan usaha sendiri atau menyewakannya kepada pihak lain.
Liliani menyebut, tarif sewa di kawasan komersial Beverly berkisar Rp130 juta hingga Rp250 juta per tahun. Nilai sewa tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pembeli yang mempertimbangkan potensi pendapatan dari properti.
Menurut dia, pembeli proyek komersial Beverly sebelumnya tidak hanya berasal dari kalangan pelaku usaha, tetapi juga investor. Sebagian lainnya membeli unit untuk mendukung anggota keluarga yang ingin merintis bisnis, termasuk mereka yang kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan atau bekerja di luar negeri.
Jangkauan pasar pembeli pun meluas hingga ke luar Surabaya dan sekitarnya, mencakup Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, serta sejumlah wilayah Indonesia Timur.
Untuk Beverly Terrace, beberapa unit dilaporkan telah terjual. Pakuwon Group berharap proyek terbaru ini dapat mengikuti capaian dua proyek komersial sebelumnya.
Harga Beverly Terrace dimulai dari Rp4,9 miliar per unit, dengan jadwal serah terima pada Desember 2027.
Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, mengatakan, fasilitas komersial menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan terpadu. Selain menggerakkan kegiatan ekonomi, fasilitas tersebut berperan memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni.
Di Pakuwon City, porsi kawasan komersial mencapai lebih dari 25 persen, termasuk Pakuwon City Mall dan area usaha di sepanjang koridor utama.
Pengembangan komersial juga direncanakan berlanjut di kawasan boulevard dari Jalan Kenjeran. Rencana itu sejalan dengan pengembangan Pakuwon City sebagai kawasan yang mengintegrasikan hunian, pusat belanja, dan berbagai layanan pendukung.
Untuk mendukung penjualan Beverly Terrace, pembiayaan perbankan turut disiapkan. Vice President of Consumer Loan BCA Surabaya Meliani Tjondro mengatakan, BCA tengah mengajukan skema suku bunga khusus bagi pembeli unit di proyek tersebut.
Meliani menyebut suku bunga 2,75 persen sebagai gambaran salah satu program pembiayaan yang tersedia saat ini. Namun, BCA masih mengupayakan skema khusus untuk Beverly Terrace dengan suku bunga di bawah 2 persen.
“Untuk Pakuwon Group, kami selalu mendukung, termasuk proyek Beverly Terrace ini melalui program suku bunga khusus bagi pembeli. Namun, suku bunga final masih menunggu persetujuan internal,” kata Meliani.
Dengan jumlah unit terbatas, basis penghuni yang besar, serta dukungan pembiayaan yang tengah disiapkan, Beverly Terrace diposisikan untuk menangkap peluang pasar properti komersial di Surabaya Timur. Meski demikian, potensi investasi tetap perlu dipertimbangkan berdasarkan harga pembelian, tingkat keterisian, biaya operasional, dan realisasi pendapatan sewa.
Editor : Yudha Sakti