Operasi pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda ketika meliput Gunung Anak Krakatau memasuki hari kelima dengan cakupan wilayah yang semakin luas. Tim SAR gabungan menyisir 2.537 NM² perairan melalui enam sektor pada Sabtu (12/9/2026).
Selain pencarian laut, operasi diperkuat melalui udara dengan cakupan 2.063 NM². Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 digunakan untuk melakukan pemantauan dari udara.
Salah satu perkembangan dalam operasi hari kelima terjadi di Sektor X. KN SAR Tetuka menemukan sebuah jeriken minyak berwarna biru pada pukul 10.05 WIB.
Objek itu ditemukan pada koordinat 06°02.7161'S – 105°31.5414'E. Tim kemudian menggunakan drone untuk melakukan pemantauan lanjutan.
Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dikaitkan dengan speed boat yang hilang maupun delapan orang yang menjadi sasaran pencarian.
Secara keseluruhan, wilayah operasi laut dibagi menjadi enam sektor dengan luas masing-masing 348 NM² di Sektor T, 406 NM² di Sektor U, 473 NM² di Sektor Z, 585 NM² di Sektor W, 380 NM² di Sektor X, dan 345 NM² di Sektor Y.
Sejumlah kapal dikerahkan untuk mengoptimalkan cakupan operasi. Sektor T melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang. Sektor U melibatkan KRI Leuser, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena.
Di Sektor Z, KN SAR Basudewa dan KRI Lepu melakukan penyisiran hingga sekitar Pulau Sertung dan Gunung Anak Krakatau. Sektor W yang memiliki area paling luas disisir KP Hayabusa dan RIB 02 Banten. Penyisiran mencakup kawasan Pulau Panaitan hingga Ujung Kulon.
Sementara itu, RIB 02 Lampung melakukan pencarian di Sektor Y, mulai dari sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, pesisir Kalianda hingga Tanjung Tua.
Hasil pencarian di lima sektor selain Sektor X belum menunjukkan adanya korban ataupun petunjuk yang dapat memastikan lokasi delapan orang yang dicari, termasuk jurnalis hilang.
Dari udara, HR-3604 mulai menuju area pencarian sekitar pukul 10.36 WIB setelah tiba di Helipad Lapangan Carita pukul 09.05 WIB. Namun, kondisi visibility yang rendah membuat pencarian udara harus memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.
Basarnas juga menyiapkan dua drone thermal untuk mendukung pemantauan. Sampai operasi hari kelima ditutup, delapan orang masih berstatus Dalam Pencarian. Belum ada korban yang ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Tim SAR akan mengevaluasi hasil operasi sebelum menentukan pola pencarian pada tahap berikutnya.
Foto: Basarnas
Editor : Ali Masduki