Operasi Amfibi dan Penembakan Rudal

Reporter : Redaksi
Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 menampilkan sinergi kekuatan Matra Darat, Laut, dan Udara melalui pengerahan berbagai alutsista modern. Foto/Dispen Koarmada II

Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menghadiri secara langsung puncak pelaksanaan Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 yang digelar di Daerah Latihan TNI AL Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). 

Dalam latihan tersebut, Koarmada II mengerahkan enam unsur kapal perang, yakni KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Sampari-628, KRI Makassar-590, dan KRI dr. Soeharso-990 sebagai kekuatan utama dalam mendukung operasi amfibi dan operasi gabungan tiga matra TNI.

Baca juga: Pasukan Elit Indonesia-Malaysia Latihan Terjun Bersama

Mengusung tema kemampuan tempur Perisai Trisula Nusantara, Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 menampilkan sinergi kekuatan Matra Darat, Laut, dan Udara melalui pengerahan berbagai alutsista modern. 

Latihan dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta para Kepala Staf Angkatan.

Rangkaian operasi diawali dengan pertahanan udara TNI AU melalui pengerahan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82, kemudian dilanjutkan operasi khusus oleh Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). 

Dari matra laut, TNI AL memperlihatkan kemampuan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI dr. Soeharso-990, disusul operasi peranjauan, infiltrasi pasukan khusus, serta sabotase kabel bawah laut oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska). Latihan juga menampilkan simulasi operasi peperangan siber yang mampu melumpuhkan instalasi strategis lawan.

Setelah sasaran dinyatakan berhasil dilumpuhkan melalui operasi siber, unsur Koarmada II kembali memperagakan kemampuan tempurnya melalui penembakan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 ke sasaran darat. 

Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan Bantuan Tembakan Kapal (BTK) oleh KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331 guna mendukung pendaratan pasukan amfibi. 

Dukungan daya gempur juga diperkuat oleh Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir yang on board di KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai bagian dari rangkaian operasi amfibi.

Dari matra darat, TNI AD mengerahkan pasukan Lintas Udara (Linud) yang melaksanakan penerjunan tempur menggunakan pesawat Hercules C-130, didukung drone intai tempur serta satuan Artileri Medan. 

Seluruh skenario latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan tempur dan interoperabilitas operasi gabungan dalam menghadapi spektrum ancaman pertahanan modern yang semakin kompleks.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Menurutnya, kemampuan yang ditampilkan dalam latihan tersebut menjadi bukti nyata meningkatnya kesiapan tempur TNI, baik dari aspek alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Menhan juga menegaskan bahwa revitalisasi pertahanan negara pada tahun 2026 mulai menunjukkan hasil yang signifikan. 

Berbagai kemampuan tempur yang diperagakan, termasuk pemanfaatan produk industri pertahanan dalam negeri seperti drone kamikaze dan sistem persenjataan modern lainnya, menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan sekaligus meningkatkan daya tangkal terhadap berbagai bentuk ancaman.

Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit melalui latihan yang mengintegrasikan berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini. 

Bagi Koarmada II, keterlibatan enam unsur KRI dalam latihan ini semakin menegaskan kesiapan jajaran dalam melaksanakan operasi laut dan operasi gabungan secara profesional, adaptif, dan responsif guna mendukung tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Editor : Ali Masduki

Opini
Berita Populer
Jumat, 31 Jul 2026 11:12 WIB
Minggu, 02 Agu 2026 13:11 WIB
Rabu, 05 Agu 2026 22:00 WIB
Berita Terbaru