BSI Region VIII Surabaya Salurkan 479 Hewan Kurban

Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Region VIII Surabaya untuk memperluas manfaat ibadah kurban kepada masyarakat di Jawa Timur. 

Sebanyak 479 ekor hewan kurban telah didistribusikan ke berbagai daerah, antara lain Surabaya, Malang, Kediri, dan Madiun.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi peternak lokal yang menjadi mitra penyedia hewan.

Regional CEO BSI Region VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, mengatakan setiap hewan yang disalurkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sehingga memenuhi persyaratan sebelum didistribusikan.

"Seluruh hewan kurban yang disalurkan dipastikan dalam kondisi sehat dan telah memenuhi standar yang ditetapkan Rumah Potong Hewan (RPH) maupun Dinas Peternakan di daerah," ujarnya.

Menurut Jajang, BSI ingin menghadirkan nilai lebih dari pelaksanaan kurban. Selain menjalankan syariat, perusahaan juga berupaya memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Melalui penyaluran hewan kurban, kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. BSI ingin terus hadir sebagai mitra yang tidak hanya menyediakan layanan perbankan syariah, tetapi juga ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial," katanya.

Pelaksanaan program kurban turut didukung layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI dan BSI Hasanah Card. Kerja sama dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membeli hewan kurban secara daring tanpa harus datang ke lokasi penjualan.

Pilihan harga yang dimulai dari Rp1,9 juta untuk kambing menjadi salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat memanfaatkan layanan kurban digital BSI. 

Inovasi tersebut sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang terus dikembangkan perusahaan.

Di tingkat nasional, program kurban BSI juga memberikan dampak bagi sektor peternakan. Sebanyak 37 peternak dipercaya menjadi mitra penyedia hewan kurban, termasuk 19 pelaku UMKM dan desa binaan yang selama ini mendapat pendampingan dari BSI.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan pertumbuhan bisnis syariah seharusnya berjalan beriringan dengan meningkatnya manfaat yang diterima masyarakat.

"Kinerja yang dicapai BSI harus mampu menghadirkan dampak nyata melalui peningkatan penyaluran ZISWAF, sehingga manfaatnya kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui distribusi hewan kurban yang lebih merata," ujarnya.

Selain memperluas penerima manfaat, BSI juga menerapkan konsep ramah lingkungan dalam proses distribusi daging kurban dengan menggunakan besek bambu sebagai pengganti kantong plastik. 

Secara nasional, program tersebut menjangkau lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terdiri atas keluarga prasejahtera, masyarakat di wilayah terdampak bencana, hingga pondok pesantren.

 

Editor :

Berita Terbaru

Fenomena Sabana Danau Gantiwarno

Unitomo Friendship Run 2026

beritafoto.id skyscraper
beritafoto.id skyscraper